Islam Web

  1. Ramadhan

624 Artikel

  • Tergesa-gesa (Bag. 2)

    Pada tulisan sebelumnya, kita telah membahas bahwa sifat tergesa-gesa ini adalah salah satu penyakit yang menjangkiti sebagian aktivis dakwah. Dalam artikel tersebut kita sudah menjelaskan maksud, bentuk, akibat dan beberapa faktor penyebabnya. Dalam tulisan ini, kita akan melanjutkan pembahasan seputar faktor penyebab ketergesa-gesaan, dan selanjutnya.. Selengkapnya

  • Tergesa-gesa (Bag. 1)

    Di antara sifat tercela yang ada pada sebagian aktivis dakwah yang harus dihindari dan dijauhi adalah sifat tergesa-gesa. Ketergesa-gesaan yang penulis maksud di sini adalah keinginan mengubah realita kaum muslimin saat ini dalam sekejap mata, bahkan lebih cepat lagi, tanpa memperhatikan konsekuensi dari tindakan yang dilakukannya, dan tanpa mempertimbangkan.. Selengkapnya

  • Apakah Engkau Menginginkan Keselamatan?

    Ketika turun firman Allah—Subhânahu wata`âlâ—(yang artinya): "Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat." [QS. Asy-Syu`arâ': 214], Nabi—Shallallâhu `alaihi wasallam—naik ke bukit Shafâ, lalu berseru, "Wahai Bani Ka'ab ibnu Lu'ay, selamatkanlah diri kalian.. Selengkapnya

  • Membela Diri

    Karakter keseimbangan yang menjadi keistimewaan Agama kita membuat seorang mukmin pada suatu kondisi harus bersifat tawaduk, toleran, penuh maaf, lapang dada, dan ketika marah juga mudah memaafkan. Tetapi pada kondisi-kondisi tertentu, seorang mukmin juga harus sangat mementingkan harga dirinya, menuntut haknya, membalas tindakan orang yang menzaliminya,.. Selengkapnya

  • Keraguan Mengantarkan kepada Kekufuran

    Keraguan adalah lawan dari keyakinan. Ia merupakan penyakit yang sangat berbahaya. Jika berhasil menguasai diri seseorang, penyakit ini akan menghancurkannya dengan virus ragu, bimbang, dan gelisah. Di samping itu, penyakit ini juga menghalangi penderitanya untuk dapat menggapai cita-citanya, karena ia menyebabkan lahirnya kebimbangan dalam mengambil.. Selengkapnya

  • Sikap Ekstrim Kendaraan Syetan

    Sesungguhnya fenomena ekstrimisme termasuk salah satu fenomena yang menjangkiti manusia, sehingga mereka melampaui batas. Barangkali sebagian dari mereka bertujuan untuk mencapai sesuatu yang lebih sempurna, akan tetapi dia tersesat. Biasanya kita melihat dalam kehidupan sehari-hari, orang-orang seperti ini akan beramal, sebagaimana dikatakan Ibnu Hajar&mdash.. Selengkapnya

  • Mengumbar Pandangan

    Oleh: Syaikh Ahmad Farid Mengumbar pandangan berarti melihat sesuatu dengan sepenuh mata, dan melihat apa yang tidak diperbolehkan. Ia adalah lawan dari kata menahan pandangan (ghaddul bashar). Allah—Subhânahu wa Ta`âlâ—menyuruh kita untuk menahan pandangan dalam firman-Nya (yang artinya): "Katakanlah kepada laki-laki.. Selengkapnya

  • Wahn: Penyakit Individu dan Umat

    Allah—Subhânahu wa Ta`âlâ—menceritakan kepada kita melalui ayat-ayat-Nya tentang pengikut setia para Rasul yang turut berjihad dengan mereka. Terkadang mereka berhasil memukul musuh, dan terkadang mereka harus menahan derita luka. Namun hal itu tidak menjadikan mereka lemah dalam berjuang di jalan Allah. Mereka tetap semangat.. Selengkapnya

  • Problem Anak-Anak

    Anak memiliki banyak problem psikologis yang terkadang membuat orangtua kebingungan, menderita, tidak dapat tidur, khawatir, bahkan berteriak histris karenanya. Apa yang akan kita lakukan pada anak kita yang mudah marah misalnya? Bagaimana kita berinteraksi dengannya? Ada di antara kita yang mengeluh misalnya: "Anakku mencuri!", "Anakku.. Selengkapnya

  • Anak Usia Dini (2-6 Tahun)

    Periode anak usia dini membentang dari awal tahun kedua hingga tahun keenam kehidupannya. Dalam fase ini, kesadaran anak mulai tumbuh menuju kemandirian, ciri-ciri utama kepribadiannya mulai tampak, dan ia mulai bergantung pada dirinya sendiri dalam berbagai aktivitas dan gerakannya dengan penuh kepercayaan dan spontanitas. Di antara ciri khas terpenting.. Selengkapnya

  • Masa Remaja

    Masa remaja adalah masa yang memiliki keistimewaan tersendiri dalam pertumbuhan manusia. Ini karena masa remaja sejatinya lebih dipandang sebagai awal pertumbuhan baru anak manusia daripada sekedar akhir masa kanak-kanak. Masa inilah yang kelak sangat berpengaruh dalam menentukan arah perjalanan hidup, perilaku sosial, moral, dan psikologis seseorang... Selengkapnya

  • Bagaimana Melindungi Diri (Bag.1)

    Nabi Shallallâhu `alaihi wasallam pernah ditanya tentang siapakah manusia yang paling keras ujiannya. Beliau menjawab: “Para nabi kemudian yang derajat (iman dan taqwa)nya di bawah mereka, kemudian di bawah mereka lagi (dan seterusnya). Seorang manusia akan diuji berdasarkan kualitas beragamanya; jika ia memiliki kualitas beragama yang tangguh.. Selengkapnya

  • Hukum-hukum Shalat bagi Musafir 3

    Bolehkah Menjamak Shalat sebelum Berangkat? Apabila Anda masih berada di negeri Anda, belum keluar darinya, dan Anda hendak melakukan safar langsung setelah shalat Maghrib misalnya, maka Anda tidak boleh menjamak, karena tidak ada faktor yang membolehkan jamak shalat, sebab Anda belum meninggalkan negeri Anda. Adapun jika Anda berada di negeri tujuan.. Selengkapnya

  • Hukum-hukum Shalat bagi Musafir 2

    Jumlah Rakaat Shalat dalam Safar Shalat musafir adalah dua rakaat-dua rakaat sejak ia keluar dari negerinya sampai ia kembali ke sana. Ini berdasarkan pada perkataan `Aisyah—Semoga Allah meridhainya, "Shalat itu pada awal mula difardhukan adalah dua rakaat, lalu ditetapkan (dua rakaat itu) untuk shalat safar (dalam perjalanan) dan disempurnakan.. Selengkapnya

  • Hukum-hukum Shalat bagi Musafir 1

    Muqaddimah Shalat adalah tiang agama Islam, rukunnya yang paling agung setelah Dua Kalimat Syahadat, sekaligus penghubung antara seorang hamba dengan Tuhannya—`Azza wajalla. Banyak nash-nash yang menjelaskan keutamaan shalat dan kedudukannya yang jika disebutkan akan sangat panjang, dan kami tidak bermaksud membahas tentang hal itu dalam tulisan.. Selengkapnya